Tidak Bisa Beriman Dan Taqwa Yang Sesungguhnya Kalau Belum Mengenal Allah

Sabtu, 18 Agustus 2012

Kesaksian Jiwa

Assalamu'alaikum ....Wr. Wb.
Kita mengucapkan dua kalimat syahadat itu harus  sesuai  kesaksian dengan kenyataan. Supaya Kesaksian kita benar-benar tidak palsu dan bohong kepada Allah. Allah menuntut kesaksian jiwa Allah tidak memakai syahadat mulut (QS. Al A’raf: 172-173) Dengan masalah seperti ini  menjadi orang islam di sisi Allah tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan. .Kesaksian/mengucapakan SYAHADAT :  
Ashaduallailahaillallah Waashaduanna muhammadar Rasulullah bisa saja diucapkan oleh siapa saja seperti

-          Anak sekolah TK , seluruh manusia kecuali orang bisu
-          Orang yang baru masuk islam
-          Orang yang akan menikah


Tetapi yang kami maksud adalah kesaksian ucapan sesuai dengan kenyataan adalah ; kesaksian (ucapan) ; ASHADUALLAILA HAILLALLAH .ARTINYA AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH . Kenyataan : Kita mengenal/mengetahui yang punya nama. Barulah dikatakan islam yang mulia  disisi  Allah (.QS. Ali Imran 19.)

Kalau  (kesaksian) kita belum benar 
- sholat, puasa, zakat, haji,dan seluruh Aktivitas ibadahnya
  tidak benar
- Bagaimana kita ingin mendapatkan ridhonya Allah ?.
- Kemana kita mengalamatkan jikir, takbir, selawat, dan do’a
  kita ?.
- Untuk apa kita beramal kalau kita tidak tau
  mengalamatkannya.  

     Allah berkata dalam hadist qudsi :
1. Awwaluddin ma’rifatullah yang artinya awal agama
    hendaknya mengenal Allah  atau mengetahui yang punya
    nama.
2. Kuntu kanjan mahpiya paah babtu an u’ra paholak tulhal
    koli ma’rifah  Arti hukum fiqih Aku  adalah perbendaharaan
    yang tersembunyi  karena aku ingin dikenal maka
    kujadikan mahluk agar ia mengenal kepadaku.
  
Setiap ada nama pasti ada yang punya nama. Kalau kita menyembah nama/asma Allah maka sesat jalan. Hadits qudsi mengatakan ‘Man abdal asma dunal ma’na fahua kapir yang  artinya Barang siapa menyembah asma (nama Allah ) tidak mengetahui yang punya nama : hukumnya kafir.


KALAU TIDAK MENGENAL ALLAH DAN TIDAK MENGENAL MUHAMMAD. BERARTI DUA KALIMAH SYAHADATNYA ITU  PALSU, BERARTI DUA KALIMAH SYAHADATNYA ITU BOHONG. BERARTI SETIAP MELAKSANAKAN SHOLAT  IA  BERBOHONGAN KEPADA ALLAH,  BERBOHONG KEPADA MUHAMMMAD.


oleh sebab itu wajib bagi umat islam mengenal Allah sejak aqil baliq untuk menyelamatkan ibadahnya. Jangan sampai  sia-sia . Karna beramal tanpa ilmu sia-sia . Kalau kita mempelajari syariat saja yang mana dilarang atau yang mana diperintah serta hukum piqih mengenai  perkara batal dan sahnya dalam beribadah serta berjuta juta hadist. Saya merasa khawatir sampai   Innalillahi wainnalillahi roji’un belum tentu selesai. Sebelum terlambat marilah kita berbenah diri mengkaji ilmunya Allah  untuk menyelamatkan diri-kita masing-masing. 

Wassalamu'alaikum........wr.wb

7 komentar:

  1. man 'arapa napsahu pakod 'arapa robbahu

    BalasHapus
  2. " amal sholeh yang dilakukan tanpa ma'rifat kepada Allah, akan berkesudahan pada kesia-siaan, gugur tidak bernilai, laksana abu yang ditiup angin.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. ( QS. Al-imran 32 ) KUL ATI ‘ULLOHA WARRASUL PA IN TAWALLAU PA INNALLOHA LAYUHIBBUL KAFIRIN . Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."

      Hapus
  4. Diceritakan bahwa dulu ada seorang laki2 (sebut saja Anang) datang kerumah seorang Ulama/Tuan Guru dg maksud untuk mengetes ilmu Ulama tsb. Ketika bertemu Tuan Guru itu, ia berkata:
    - Anang: "Guru, ketika anda shalat siapa yg anda sembah ?"
    - Tuan Guru: "Allah yg aku sembah".
    - Anang: "Berarti anda menyembah nama, bukan Dzat_Nya".
    Tuan Guru itu hanya diam tak menanggapi lagi ucapan Anang.
    Lalu pamitlah Anang dg rasa bangga & menganggap Tuan Guru ini hanya seorang Ulama zahir yg tdk punya ilmu ma'rifat. Ketika Anang tiba didekat pintu keluar, lalu Tuan Guru berseru: "Anang ! ". Spontan Anang menyahut: "ya !". Lalu Tuan Guru berkata: " aku hanya memanggil "nama", kenapa malah engkau yg menjawab".

    BalasHapus