Assalamu’alaikum......... Wr.Wb.
Pertama kali yang diajarkan Allah kepada Nabi kita Muhammad .Saw adalah
bertauhid dulu. Mengenal Allah dulu untuk menyelematkan ibadah. Agar tidak sia-sia. Sebagaimana
Allah berkata dalam Hadis qudsi : Awwaludin
ma’rifatullah yang artinya
AWAL AGAMA MENGENAL ALLAH
diajarkan pertama kali Kepada Nabi Adam
AWAL MANUSIA BERISLAM MENGENAL
ALLAH
Pada Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimah syahadat. Allah menuntut kesaksian ( mushadah ) yang benar pada dua kalimah syahadat dan mengisbatkannya
. Bukan hanya sekedar ucapan. Allah tidak memakai syahadat mulut tetapi Jiwa
Yang Bersaksi . (QS. Al A’raf: 172-173). Kalau Syahadatnya tidak benar .
maka seluruh aktivitas ibadahnya sia- sia dari sholat,puasa, zakat, dan haji
semuanya tidak benar .
Dalam Alqur’an 4613 ayat khusus mengajarkan manusia bertuhan dari ikrok bismirobbikal laji
holak sampai innallaji na’amanu wallajinajahruhu wadduhu fisabilillah. Kalau
kita tidak mengenal Allah kemana mengalamatkan ibadah kita ......Yang pertama diajarkan Rasulullah kepada Ahlul bait,
Ahlul sumpah, murid-murid nabi yang tekun belajar adalah tauhid dulu baru beradab . Selama 13
tahun 6 bulan 23 hari Rasululluh di mekah mengajarkan mengenal Allah .
Agar mereka tidak kapir terhadap Allah.
Perhatikan
surah Al-Isra (72).
Bagi orang yang tidak mengenal aku
didunia,yang tidak tahu dengan aku di dunia , yang tidak melihat aku didunia. Maka
diakhiratpun mereka tidak mengenal, maka diakhiratpun mereka tidak akan tahu ,
maka diakhiratpun mereka tidak akan melihat (sesat jalan)..
Dalam Kitab arus solikin, kitab imam ghajali hiyaumulmudddin jus awal
halaman 6, kitab ruh ara’ip mukayyib, kitab hutuatul makiyah, kitab lhidayatun
nupus dan terkhusus seluruh kitab tauhid wajib sejak aqil balik mengenal zat
Allah ta’ala dan mengisbatkannya . Namun sekarang ini ada yang sudah berumur
70/80 tahun belum tahu dengan yang punya nama, Tapi yang terpenting disini
tanya diri pribadi kita masing-masing apakah kita sudah mengetahui yang punya nama .
Allah itu : Nama yang di
ambil dari 99 asmaul husna
: Ismul kasrah
: Tulisan
: Nama kebesaran
ujud
Setiap ada nama pasti ada yang punya nama. Hadits Qudsi = man abdal asma
dunal makna fahua kapir artinya barang siapa
meyembah asma Allah hukumnya kapir . Kalau ingin mengenal Allah kenal lah diri . Hadis Qudsi : Man arapa
napsahu pakod arapa robbahu. Tidak bisa
mengenal diri, mengetahui asal-usul diri. Carilah guru dan luruskan niat kita dengan sungguh-sungguh karna Allah.
"(orang yang bersugguh-sungguh mencari kerhidaan di jalan kami maka akan kami tunjukkan jalan kami. "Al-Ankabut 69").
Ilmu seperti ini
tidak ada disampaikan melalui televisi dan radio (secara umum ). Pelajaran seperti ini disampaikan secara
khusus .
Bagi umat islam tidak mengenal zat Allah yang laisya khamislihi syai'un maka ucapan syahadatnya palsu dan berbohong kepada Allah serta sia-
sia ibadahnya serta akhirat
mendapat azhab siksa yang berkepenjangan . Karna Allah Sudah memperingatkan
kita melalui Alqur’an dan hadist .
Dikutip dari Ceramah Guru Abung ( Sayyid Ahmad ) dan kami tambahkan Firman Allah dengan yang lainnya. Wassalamu’alaikum ...Wr.Wb.
insya Allah dengan berguru dan berwasilah kita akan menemukan suatu tujuan hidup yang hakiki
BalasHapusAssalamualaikum Wr Wb...
HapusMy Dear brother, My name is Muhammad Tajul, I live in sydney Australia, and I humbly ask of you, if you know where I am able to learn the Haqiqah of Tauhid, and to learn Awaluddin Ma'rifatullah. I am an English speaking and also and Indonesian Speaking, After listening Guru Abung Lecture, Subhanallah, I feel ashame and more motivated to understand the truth of Kalimah Shahadah. Please direct me to Guru Abung or anyone that can teach me the true knowledge of Tauhid Inshaa Allah...
I have been searching for a teacher but I am at a disadvantage living here in Sydney Australia. please kindly direct me to a teacher that can also teach me the 20 Attributes of Allah swt, ( Sifat 20).
Jazakallahukhair...
Wassalam
H.Muhammad Tajul
Wahai !.... Kaum Muslimin dan Muslimat . Janganlah kita sia-siakan umur kita dan janganlah kita bertakwa dan beriman bertuhankan dengan NAMA ATAU TULISAN KARNA YANG DEMIKIAN ITU MEMBAWA KITA JATUH KEJURANG HINA BAIK DIDUNIA MAUPUN DIAKHIRAT
BalasHapusKARNA SETIAP ADA NAMA PASTI ADA YANG PUNYA NAMA
Seperti ceramah yang disampaikan pimpinan PP ihya ulumuddin martapura?...
BalasHapusjunaidimargamulia.blogspot.com/ = Aribillah Al'Alamin
HapusBARU SAYA TERBITKAN, Semoga menambah Mahabbah Kepada Allah
ass,umpat betakun vnk , hhe
BalasHapusapa yg seebenarnya dicari didunia neh ?
terimakasih
yang dicari Kebahagiaan hakiki, itu Menurut saya, mungkin ada yang lebih baik, silahkan disampaikan
Hapushehe
BalasHapusnah betakun'e plg nah,,,,nang ada neh kda tapi tau apa2 nah....
syahadat DIRI tuh nang kaypa bunyinya,,,,
syahadat diri adalah ruh yang bersaksi nukan Aljazeera Dclana yang bersaksi
HapusSyahadat diri Itu : AKU .......Allah
HapusYang mengucapkan Syahadat itu Adalah ILMU = MENGETAHUI BERSATU TAPI TIADA SEKUTU
BalasHapusMAKA tidak terpisahkan= pengertian secara Hakikat ma'ripatnya kenal dengan yang ampun nama itu
dingsanak, benar apa yg pian km sampai akan
BalasHapustapi pertanyaan nya tuh bunyi syahadat diri lain yang menucapkannya vnk,,,,
ada pepetah berkata "siapa yg bertanya maka jawabannya ada pada yg bertanya jua"
NAMUN, tujuan disini cuma menjalani kisah kaya urg jua supaya kada dianggap urg aneh atau supaya kada ta akui ampun nang kuasa makanya betakun,,,,,
Saya juga masih belajar, Alhamdulillah dingsanak bisa memahaminya ..
BalasHapuswkwkwk,,,,begaya sanak'e kisah dari pada kisah jha,,,,,anu minta kirimi numb hp vnk sanak klo'e ada yg kwa dtakuni kna mun ada masalah apakah
BalasHapusnang kayak apa magirimnya, belum tau caranya. kalau bisa tolong tuliskan emailnya
BalasHapusdrefeer_community13@ymail.com
BalasHapusudah saya kirimkan, semoga mempererat silaturahim kita .
BalasHapusAssalamualaikum, bisa betakun kh ulun, guru abung itu asli na org mn ?
BalasHapusGr Abung Urang Banjar
BalasHapusmas junaidi kirimi pang aku rekaman ceramah beliau...
BalasHapusKIRIM EMAINYA
Hapusulun minta jua, minta tolong dikirimkan ceramahnya ke rani.sma1@gmail.com
Hapusitu bujur nang ujar sidin tu...percuma ae tunggang ruat baluas luas luang burit mun kada tahu wan nang ampunnya...
BalasHapusudah saya kirim rekamannya lewat Goggle Driver, semoga bermanfaat
BalasHapusMasuklah islam secara kafah ( secara keseluruhan ) jahir dan Bathin, bukan hanya sekedar ucapan
BalasHapusMantap izin umpat mnambahkan sedikit,
HapusYang dihimbau masuk islam secara kafah toe hanya orang beriman bukan orang islam,karena orang beriman belum tentu islam tapi kalau orang islam sudah pasti beriman,bukan islam keturunan bapak islam,ibu islam belum tentu anaknya islam,yang dimaksud bukan islam INDANAS (islam disisi manusia),
Tapi islam INDALLAH (islam disisi ALLAH) yang dapat menyaksikan ALLAH.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapussaya juga ingin belajar mengenal Allah SWT. bisakah beri alamat email atau nomer telepon yang bisa sy hubungi untuk bertanya.
BalasHapus( QS. Asy- Samsi 8 ), PA, ALHAMAHA PUJURAHA WATAKWAHA = maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. kalau menyembah nama Allah tidak kenal punya nama berarti fasik (SESAT )
Hapus( QS. Al-imran 32 ) KUL ATI ‘ULLOHA WARRASUL PA IN TAWALLAU PA INNALLOHA LAYUHIBBUL KAFIRIN . Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
Hapusemail kami = junaidijun75@gmail.com
Hapusilmu sare'at membelah kata
HapusYang satu di belah dua
Alim ulama jangan di percaya
kalau mahluk masih berdaya
email kami sudah ada disediakan di ProfIL sebelah kanan atas
BalasHapusQs. WAQI AH 47 Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? Mati badannya hancur busuk tulang belulang itu adalah orang yang mendapat Sisksa azab pedih
BalasHapusPerjuangkan setiap detak nafas kehidupan kita, jangan sia siakan dengan putus asa dan kemalasan. hidup ini sangat layak untuk diperjuangkan, maka marilah kita perjuangkan agar mutu kehidupan kita meningkat
HapusHendak paku petiklah paku
HapusPaku ada ditanah seberang
Carilah aku tuntuti aku
Aku berlindung dialam terang
Ulun ada jua bisi ceramah yg Itu mn kda salang ngran sidin to habib husin bjur lh
BalasHapusGuru ulun btakon lwwan pian. Pecahan. Alif kosong titik to. Kyamana to bunyi uraian nya
BalasHapusDalam ceramah tauhid beliau edisi 3 beliau mengatakan dirinya Sayyid Ahmad dengan panggilan Guru Abung, Kalau memang ada nama beliau yang lain , saya kurang tau, mohon tuliskan emailnya , agar saya bisa mengirim gambar orangnya
HapusPertma titik ahadiyat dengan pindahnya wahdah maka ilmu A'YEN SABITAH , kemudian hakikat nur mumammad asal sekalian nyawa adanya.
BalasHapusAssallamualaikum Wr.Wb
BalasHapusNah ini baru bujur ilmunya, Titik-Kosong-Alif, lawan penjelasan namanya lagi.
handak betakun ulun, kalau titik di manusia apa namanya ???
Kalau syahadat Rasul kaya apa bunyinya???
Terimakasih banyak sebelumnya, wassallamuallaikum wr.wb.
titik sudah ada manusia itu Ruhun Minallah, kalau syahadat ini tergantung ilmunya seseorang, menurut sayyid Ahmad syahadat Rasul berbunyi Ashaduallaila haillallah
BalasHapusRiuh-riuh padang sibundan
BalasHapusPadang sibundan si tamu-tamu
Rindu dendam dengan Tuhan
Dimana Saja bisa Bertemu
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” (QS Al Hujuraat [49]:13)
BalasHapusmantap sanak, bisa kah saya dikirimi link alamat ceramah tauhid ke email akhmadshare@gmail.com ,,, agar dapat menambh ilmu lagi, ceramah ini sudah Alhamdulillah punya... tapi 1 aja, klo ae ada ceramah sidin nang lain lagi?. terimakasih
BalasHapussuda saya kirim bang ke email bapak akhkmadshare@gmail.com
Hapuspimpinan pp ihya ulumuddin martapura itu nama lengkapnya siapa ya.
BalasHapusBeberapa waktu lalu aku dapat mp3 ceramah pendiri pp ihya ulumiddin martapura yg isi ceramahnya seperti artikel diatas. Durasi Mp3 nya lumayan lama nyaris 1 jam. Isinya asyik bagi yg gemar belajar ilmu ma'rifat. Tetapi pada bagian akhir mp3 itu terdapat kata2 yg membuatku tertegun yaitu isinya mencela Sahabat Nabi Abu Bakar ra & Umar ra dan yg lebih parah lagi mengatakan bahwa Istri Nabi SAW "Siti Aisyah ra murtad". Akhirnya aku berpikir ini mirif pendapat golongan "Syiah-Rafidhah" yg mengaku sebagai golongan yg sangat mencintai zuriat Rasulullah SAW dan mengecam Sahabat Nabi SAW habis2an dg segala dendamnya. Padahal jika kita lihat dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali banyak memuat hadits dari Siti Aisyah ra & para Sahabat. Agak lucu memang jika "nama kitab" dipakai sbg nama ponpes tetapi isi kitabnya ditinggalkan. Karena isi mp3 nya tidak sesuai dg yg ku nyakini akhirnya mp3 nya ku "hapus".
BalasHapusDalam Alqur'an tidak ada golongan Syiah, Suni, dan seterusnya,..yang ada hanya muslim
Hapusambillah yg jernih simpanlah yang keruh, itulah bahasa yang di ajarkan guru murshid
HapusBagus ja nama kitab dipakai sbg nama ponpes dimana lucu nya, , ,?,
HapusNama kitab dipakai sbg nama mesjid pun ada contoh mesjid raya sabilal MUHTADIN berasal dari kitab sabilal MUHTADIN.
Wajar ja isi kitab nya ditinggalkan,yg yg kd wajar toe isi kitab nya juga ikut-ikutan dipakai sbg nama ponpes.
Menurut pendapat ahlusunnah waljamaah bahwa dasar hukum agama islam ada 4 yaitu: Al Qur'an, Hadits, Ijma Ulama & Qias. Kita tdk bisa hanya melulu Qur'an saja karena ada beberapa di Qur'an yg memerlukan hadits untuk menjelaskannya, semisal tatacara shalat dll.
BalasHapusKembali kemasalah golongan tadi, bukankah ada hadits Nabi SAW yg isinya +/- demikian: "Selagi akan bercerai-cerai umatku kemudian dari pada Aku dalam 73 golongan, sekalian mereka itu adalah didalam neraka kecuali satu golongan saja (yg selamat). Maka ditanya orang siapakah yg satu golongan itu Ya Rasulullah ? Maka kata Nabi kita yaitu ialah yg Aku & segala Sahabatku berjalan diatasnya".
Para Ulama kemudian meneliti sehingga didapatlah berbagai golongan sesuai dg hadits Nabi SAW tsb. Imam Al Ghazali juga membahas perbedaan pendapat berbagai golongan tsb, anda bisa lihat di kitab karangan Beliau misalnya: Raudhatut Thalibien.
tidak ada manusia itu yang sempurna Kecuali Allah, terkadang para orang tauhid,orang marifatullah berkata, yang tidak bisa di mengerti orang orang awam atau yang baru mengenal ilmu dia mengartikan maknanya saja, contoh Bahasa dekat dengan Allah, ini kalau orang awam mengartikan jarak, ada yg mengartikan ini melaksanakan sifat keesaan Allah, ada pula yang mengartikan bahwa dengan Allah itu dekat tidak tersentuh dan jauh tidak berantara, jadi hati hati memahaminya. sebaiknya bertanya kepada ahlinya.
HapusDari 73 golongan,72 celaka end satu golongan yg selamat itu adalah orang yg tidak berpegang kepada ALQURAN end HADIST karena bisa hancur (MUHADAST)tidak berpegang kepada agama,tidak berpegang nabi yg dimadinah atau menyaksikan atau bersaksi karena sejaman ja kd lawan sidin bisa melihat ja kd lawan sidin,jangan bertuhan kan ALLAH lagi,syirik,kafir,badusta hari-hari bila baca syahadat.
HapusBila masih batuhan tadua ad tuhan ad hamba syirik,bila masih sembahyang tadua ad yg disembah ad yg menyembah,jadilah MUHAMMAD kejahiran ALLAH dimuka bumi yg awal yg akhir yg jahir yg bathin jd kd mau tadua satu toe pang sudah kemana ja tetap satu,kalau muhammad dimadinah toe cukup jd contoh tauladan ja sidin sudah meninggal kd kw kita menyaksikan sidin yg kita saksikan MUHAMMAD kejahiran ALLAH yg kekal (QADIM) yg kd pernah binasa abadi yg ilmunya kd kaluar pada diri masing-masing,barang siapa mencari TUHANnya kaluar pada dirinya maka sesat lah dia.
Kedekatan dg Allah ini mungkin yg oleh para sufi digambarkan dg istilah "syuhudul kastrah fil wahdah & syuhudul wahdah fil kastrah". Bahkan ada sebagian kelompok orang yg menggunakan istilah yg lebih ekstrem lagi yaitu "syuhudul wahdah fil wahdah".
BalasHapusTajalli Allah adalah adanya makhluk. Adanya makhluk maka terahasia Allah. Allah "mesra" pada makhluk. Allah dan makhluk hakikatnya adalah "Satu", bukan bersatu dan bukan pula bercerai, tetapi Allah tetap Allah dan makhluk tetap makhluk, tidak bisa diartikan Allah menjadi makhluk dan makhluk menjadi Allah.
HapusTajalli ALLAH adalah adanya makhluk.
HapusAdanya makhluk maka terahasia ALLAH.
ALLAH mesra pada makhluk.ALLAH dan makhluk hakikatnya adalah satu,bukan bersatu dan bukan pula bercerai,tetapi ALLAH tetap ALLAH dan makhluk tetap ALLAH,
tidak bisa makhluk tetap makhluk,toe artinya ta dua ad makhluk ad ALLAH kd ESA jadinya maka tetap harus satu
makhluk kenyataan ALLAH
Nyatanya ALLAH kepada makhluk
Makhluk goib di ALLAH
ALLAH goib di makhluk
Pandang yang banyak kepada yang satu,tetap SATU.
HapusPandang yang satu kepada yang banyak,tetap SATU.
Pandang yang satu kepada yang satu,SATU jua adanya.
Bila tadua syirik kd ESA arti ESA toe SATU.
Berbicara tentang manusia sempurna, maka Rasulullah Muhammad SAW adalah Insan Kamil (manusia sempurna). Tidak ada satu makhlukpun di jagad raya ini yg mengungguli kesempurnaan & keutamaan Muhammad SAW. Hanya Muhammad SAW yg patut menyandang gelar Insan Kamil. Adapun para kekasih Allah (para Nabi & insan terkasih_Nya) adalah pewaris kesempurnaan Muhammad SAW. Muhammad SAW adalah perwujudan Al Haq & makhluk. Muhammad SAW adalah puncak tajalliyat Allah SWT. Dari Nur Muhammad SAW tercipta alam semesta. Muhammad SAW diibaratkan laksana pedang bermata dua, disatu sisi Beliau adalah Insan Kamil & pada sisi yg lain Beliau adalah sebagai "ikutan" yg terkadang tampak seperti manusia biasa (semisal: bisa lupa, sakit dll) yg menjadi contoh ikutan umat.
BalasHapusMencela Sahabat Nabi SAW dan mengatakan Aisyah ra murtad adalah bukan termasuk kata/istilah seperti yg banyak dipakai para sufi dalam menggambarkan "hal & dzauq" mereka tetapi telah menjurus kemasalah i'tiqad dan hanya i'tiqad "syiah rafidhah" yg berbuat demikian.
BalasHapusSeorang Ulama kharismatik martapura mengatakan bahwa i'tiqad ahlu sunnah waljamaah meyakini seluruh Sahabat, terlebih istri Nabi adalah baik dan juga tidak ikut campur masalah politik antara Ali vs Muawiyah. Banyak hadits yg mengungkap keutamaan Sahabat & Istri Nabi SAW. Jadi apakah kalam guru lebih tinggi nilainya dari pada hadits Nabi SAW ?
Bagaimana bisa dikatakan cinta & mewarisi ilmu Muhammad SAW jika hadits Beliau ditinggalkan.
Untuk belajar ilmu ma'rifat tidak perlu masuk syiah, masih banyak koq Ulama ahlu sunnah waljamaah yg Ahli Ma'rifat & sanadnya nyambung ke Rasulullah.
Syareat tanpa Hakikat adalah fasik & Hakikat tanpa Syareat adalah Kafir Zindik. Yg sebenarnya Ma'rifat adalah menggabungkan Syareat dan Hakikat.
Ambil yang jernih simpan yang keruh
HapusKoq komenku baru dibalas dibulan Muharram bertepatan dgn suasana peringatan Asyura yg begitu terlalu diagungkan oleh golongan syiah, dan dilihat dari penempatan posisi serta jawaban Saudara (admin) yg terkesan seolah-olah membela golongan syiah rafidhah (mungkin ini hanya kebetulan dan sekadar dugaanku saja).
HapusJadi apakah Saudara (admin) menganut paham syiah rafidhah ???
Maaf.....jika pertanyaanku terasa menyinggung.
Jika benar demikian.....tentu saja biar bagaimanapun tidak akan ketemu kata sepakat karena paham syiah rafidhah berbeda dgn aswaja.
saya tidak tau golongan syiah maupun suni, saya hanya mengambil ilmu Allah yang jernih sesuai kemampuan yang di hidayahkan kepada saya, adapun yang tidak berkenan di hati saya simpan di dalam hati. karna kita tidak boleh menyalahkan keyakina orang lain yang ada hanya nasihat dan dialog yang baik.
Hapusiyya. syariat torikat hakikat marifat keempat ini di gabungkan menjadi satu maka ibadah itu tidak terhalang sampai kepada Allah SWT
HapusOrang ahli ilmu syareat dan Orang ahli ilmu Hakikat sampae kapan pun tak kan pernah bisa digabungkan karena bertolak belakang,
HapusDidalam ilmu syareat tak ada hakikat,
Didalam ilmu hakikat pasti ada syareat.
Didalam ilmu hakikat semua gerak gerik itu syareatullah.
apakah ini yang rasulullah kehendaki debat karena ilmu, karena perbedaan jalan menuju yg haq membuat anda menjadi syaitan, kembalikan semuanya kepada allah wahai saudaraku kita adalah sama.
HapusBanyak jalan menuju ma'rifatullah.
BalasHapusJangan meyakini hanya ada satu jalan menuju ma'rifatullah karena jika seseorang berkeyakinan hanya ada satu jalan menuju ma'rifatullah berarti orang itu "belum ma'rifatullah" sebab ia lupa bahwa "qudrat" Allah maha luas. Bisa saja Allah menyampaikan seseorang kepintu ma'rifat_Nya melalui suatu jalan atau tanpa jalan (jizbah).
Ambil yang jernih simpan yang keruh
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSudah dapat yg jernih, buat apa menyimpan yg keruh lebih baik dibuang saja
HapusALHAMDULILLAH KALAU BISA MEMBUANG YANG KERUH
Hapusminta rekaman x pang yg kya diatas sudah ada aku yg lain z ge darmakusuma00@yahoo.com
BalasHapusitu jalan nya aza dangsanakai,,,,,
BalasHapusIyaa.. agar umat islam terinspirasi untuk mengkaji Ilmu Allah
HapusAl 'Arifbillah Maulana Syekh Muhammad bin Ahmad Al Jauhary rahmatullah 'alaihi mengatakan: "perpegangan yang teguh kepada Allah adalah suatu keharusan untuk tetap mengikut dan melaksanakan perintah_Nya dan menjauhi segala larangan_Nya. Bukanlah suatu keharusan bahwa untuk sampai kepada Allah harus dengan wasithoh/perantaraan guru (syekh) sebagaimana umumnya disangka oleh sementara kalangan shufi. Tentang wasithoh guru itu hanyalah sekadar kebiasaan saja. Allah sampaikan seseorang hamba_Nya kepada_Nya atas kehendak_Nya sendiri dengan beberapa macam tarikan (jazabaah)".
BalasHapusKalam guru lebih tinggi nilainya dari pada ALQURAN end HADIST,
BalasHapusKalam guru ya kalamullah karena beliau sdh tabadil end fana,
ALQURAN end HADIST bisa kh berbunyi mun kd kalamullah yg berbunyi,
Beliau memakai ALQURAN tersirat bukan tersurat,kalau tersirat QADIM kd mau hancur,kalau tersurat MUHADAST bisa hancur.
yang tersirat bukan hanya dalam pengertian Qodim, ada pengertian yang lain , contoh arti dari huruf ALIP LAM MIM DIdalam ALQURAAN TIDAK ADA ARTINYA NAMUN DENGAN KEHENDAK ALLAH SWT MENYAMPAIKAN ILMUNYA MAKA DI PERTEMUKAN SEORANG AULIA DENGAN NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW , DENGAN INI DIKETAHUI ARTI DAN MAKSUD ALIP LAM MIM
HapusMANTAP BROWN...Tentang Kalamullah
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMencela sahabat end istri nabi masih mending yang kita pun belum tau, bisa jd benar kata-kata beliau,
BalasHapusSekarang kita bandingkan dengan para ustadz,guru,alim ulama yg abal-abal yang sering kali isi ceramahnya menyalahkan NABI ADAM penuh dosa,yang melakukan kesalahan memetik buah holbi sehingga dilempar dari syurga ke muka bumi,keharatan menyalahkan NABI ADAM kd tahu berterimakasih,
NABI ADAM toe NABI berpangkat RASUL,orang berilmu,orang yang mesra dengan ALLAH bukan makrifat lagi (MESRA DENGAN TUHAN),kalau bukan dari Datu ADAM dari mana asal manusia,
ADAM bapak sekalian batang tubuh,
MUHAMMAD bapak sekalin roh.
Jika dikatakan makhluk tak ada, yg ada hanya Allah SWT. Bagaimana dg firman Allah ini: "Adalah Aku perbendaharaan yg tersembunyi, tidaklah dikenal Aku maka Aku menghendaki bahwa Aku dikenal. Maka Aku menciptakan akan makhluk dan Aku bernampak kepada mereka dg segala nikmat, sehingga mereka mengenal_Ku".
BalasHapusHadits Nabi: yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah Nur Nabimu wahai Jabir.
Jadi kesimpulannya makhluk diciptakan, berarti ada, ada yg mengenal & ada Yg Dikenal. Logikanya, misal anda mencipta sebuah kursi maka setelah jadi yg terlihat anda ada & kursipun ada. Tentunya rupa anda berbeda dg rupa kursi yg dibuat.
Telah menjadi Qudrat & Iradat Allah SWT yg telah menciptakan kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW, jadi berbuatlah sebagaimana layaknya umat Nabi SAW dg beradab & mengikut syariatullah yg Beliau sampaikan. Beribadah, shalat dll bukanlah syirik karena ada yg menyembah & disembah, tetapi pada hakikatnya yg menyembah & disembah satu/mesra. Makhluk adaiah majaz(humbaya/bayangan) & mazhar(tajalli/penzahiran) Allah SWT. Beruntunglah seorang hamba_NYA yg dijadikan oleh Allah SWT sebagai "alat" mengenal & menyembah Diri_NYA, oleh Diri_NYA, bagi Diri_NYA, untuk Diri_NYA & dengan Diri_NYA.
BalasHapus"Dadalang Simpur barmain wayang
Wayang asalnya si kulit kijang
Agung & sarun babun dikancang
Kaler bapasang diatas gadang.
Wayang artinya si bayang bayang
Antara kadap si lawan tarang
Samua majaz harus dipandang
Simpur balakun hanya saorang"(Syair Saraba Ampat-Datu Sanggul).
Nabi Adam as & Nabi yg lainya sebenarnya hanyalah majaz dari Nabi Muhammad SAW. Bahkan umat Nabi Muhammad SAW sejatinya adalah fotocopy Rasulullah SAW. Apakah fotocopy tidak serupa & mengikuti aslinya ?. Jika Rasulullah mi'raj maka umatnya pun mi'raj & jika Rasulullah shalat maka umatnya shalat.
BalasHapus"Nur Muhammad bermula nyata
Asal jadi alam semesta
Seumpama api dg panasnya
Itulah Muhammad dg Tuhannya"(Syair Saraba Ampat-Datu Sanggul)
Sebenarnya letak perbedaan pendapat ini barang kali adalah yg satu berfaham Wihdatus Syuhud & yg lain Wihdatul Wujud.
BalasHapusAbu Bakar Siddik ra berkata: Tidak aku melihat sesuatu melainkan yg aku lihat Allah Ta'ala terlebih dahulu.
BalasHapusUmar Bin Khattab ra berkata: Tidak aku melihat sesuatu melainkan yg aku lihat Allah Ta'ala kemudiannya.
Utsman bin Affan ra berkata: Tidak aku melihat sesuatu melainkan yg aku lihat Allah Ta'ala besertanya.
Ali bin Abi Thalib kw berkata: Tidak aku melihat sesuatu melainkan yg aku lihat Allah Ta'ala didalamnya.
MANTAP DI TAMBAH LAGI DARI IBNU OTOILLAH AL HIKAM
HapusOrang yg fana berada pada maqam ghaib dari yg selain Allah pada waktu fananya. Seperti yg terjadi pada istri Rasulullah SAW, Aisyah ra. Ketika turun ayat yg isinya menjelaskan kesucian Aisyah ra dari fitnah selingkuh (An Nur 11 - 21). Maka berkata Aisyah ra: Demi Allah tidak bersyukur aku melainkan hanya pada Allah. Abu Bakar Shiddiq ra berkata: Bersyukurlah pada Rasulullah. Aisyah ra pada waktu itu ada dimaqam fana. Sedangkan Abu Bakar Shiddiq ra ada pada maqam baqa. Maqam baqa lebih tinggi dari pada maqam fana.
HapusAllah SWT menghendaki seorang hambaNya berada pada maqam yg tinggi disisiNya. Maka ditimpakanlah bala musibah yg begitu dahsyat & dg sebab bala tsb menempatilah si hamba pada maqam yg dikehendaki Allah SWT. Seorang Ulama berkata bahwa kebanyakan para waliullah mencapai maqam kewaliannya melalui lorong bala. Demikian halnya yg terjadi pada Aisyah ra. Begitu dahsyatnya fitnah yg menerpa sampai serasa kering air mata karena terlalu berduka sehingga tak terlihat & terlintas dihati ada orang yg dapat menolong kecuali Allah SWT. Fanalah Aisyah ra. Inilah tauhid yg sebenarnya, bukan hanya sebatas kata-kata tetapi telah merasuk pada kedalaman rasa. Sungguh suatu pencapaian maqam spiritual yg luar biasa sehingga pantas bila Rasulullah SAW tersenyum gembira ketika menyampaikan ayat pembelaan Allah SWT pada Aisyah ra istri Rasul tercinta.
Hapus* Sifat = Muhammad Awal = Nurani = Nyawa.
BalasHapusAsma = Muhammad Akhir = Ruhani = Hati.
Af'al = Muhammad Zahir = Insani = Tubuh.
Zat = Muhammad Bathin = Rabbani = Rahasia.
* Yg sebenarnya Diri adalah Nyawa.
Yg sebenarnya Nyawa adalah Nur Muhammad.
Yg sebenarnya Nur Muhammad adalah Sifat.
Yg sebenarnya Sifat adalah Zat.
* Hancurkan Tubuh menjadi Hati.
Hancurkan Hati menjadi Ruh.
Hancurkan Ruh menjadi Nur.
Hancurkan Nur menjadi Rahasia.
Hancurkan Rahasia menjadi Aku.
"Rasa dan Akal, Daya dan Nafsu
Didalam raga nyata basatu
Aku meliputi segala liku
Matan hujung rambut ka hujung kuku"(syair Saraba Ampat).
SIP .....BROWN
HapusJangan takutan baAku
BalasHapusBelajarlah meniadakan diri & makhluk agar menjadi ada
BalasHapusTiada makhluk = maqam fana
BalasHapusAda makhluk = maqam baqa
Fana = hancur, lenyap & sirna
BalasHapusBaqa = kekal abadi
Jangan "tarqy"(naik) terus, awas hati-hati nanti jatuh !
BalasHapusSesekali "tanazzul"(turun) agar lebih asyik.
TURUN NAIK BERJALAN DENGAN SENDIRI ....
HapusMeskipun semua Af'al, Asma, Sifat & Zat hakikatnya milik Allah SWT tetapi janganlah ditafsirkan "gugur taklif syara (hilang kewajiban hukum). Jangan pula melepaskan Syariat Muhammad (ketentuan hukum islam). Apabila anda sampai beri'tiqad (berkeyakinan) gugur taklif syara / tak perlu bersyariat lagi maka "jatuhlah" anda kedlm golongan "kafir zindiq". Seperti kata Syekh Abdul Qadir Jailani: setiap hakikat yg tak bersyariat maka adl zindiq. Pegang teguhlah Syariat Muhammad tetap & terus musyahadah Af'al, Asma, Sifat & Zat shg anda selamat dlm arti yg sebenarnya.
HapusMaqam baqa adl tegaknya sifat kehambaan dg kembali melaksanakan zahir syariat, amar ma'ruf nahi munkar, melaksanakan perintah & menjauhi larangan, yg benar adl benar yg salah adl salah, diberikannya apa yg pantas kepada yg berhak menerima pemberian, disempurnakannya segala hak & kewajiban sebagaimana mestinya.
"Allah jadikan saraba ampat
Syariat Thariqat Hakikat Ma'rifat
Menjadi satu didalam khalwat
Rasa nyamannya tiada tersurat" (Syair Saraba Ampat)
Kesimpulan:
BalasHapus* Semua af'al, asma', sifat & zat makhluk yg terlihat oleh mata maka ditanggapi dg hati bahwa itu hakikatnya adalah Af'al, Asma', Sifat & Zat Allah. Fanalah semua af'al, asma', sifat & zat makhluk. Disinilah maqam fana.
Jika berpandangan begitu maka tak ada lagi syirik, riya, sum'ah, ujub, takabur & hajbun(hijab). Maqam fana=maqam hakikat jadi masih diperjalanan, belum lagi sampai karena belum kamil.
* Zat Allah SWT tajalli/nyata/zahir dlm rupa Nur Muhammad/makhluk, jadi makhluk ada sebagai mazhar(penampakan) wujud Allah. Disinilah maqam baqa. Hamba yg sampai di sini maka disebutlah ia Insan Kamil & hanya Rasulullah SAW yg patut menyandang gelar itu. Lihat makna mi'raj Rasulullah SAW, itu jadi contoh perjalanan seorang hamba mencapai ma'rifatullah. Bukankah Rasulullah tak berdiam tinggal dipuncak, tetapi malah kemudian turun. Jadi jangan hanya dilihat dari tarqy-nya saja tetapi yg terpenting tanazzul-nya.
Tarqy = maqam hakikat = fana.
Tanazzul = maqam ma'rifatullah = baqa.
* Maqam fana (hakikat) adalah binasa/hancur/hilang dibawah keEsaan Tuhan. Maqam fana: Tauhidul Af'al, Asma, Sifat & Zat.
Hapus* Maqam baqa (ma'rifatullah) adalah kekal/tegak/nyata/ada didalam keEsaan Tuhan. Maqam baqa: syuhudul wahdah fil katsrah & syuhudul katsrah fil wahdah.
Para Ulama mencontohkan syuhudul wahdah fil katsrah: Ada sebutir biji yg kemudian tumbuh menjadi sebatang pohon, lengkap dg cabang, ranting & daun. Adanya pohon terahasia biji. Biji satu/meliputi/mesra dg pohon, bukan bersatu & bukan bercerai. Biji lain pohon (dilihat bentuk/rupa), tetapi tidak lain (karena dr biji tercipta pohon). Biji diumpamakan sebagai Tuhan & pohon lengkap dg cabang, ranting & daun adalah alam semesta.
"Alam 'Ainul Haqqi" (alam adalah kenyataan Tuhan).
Tuhan hanya ada pada hamba, hamba hanya ada pada Tuhan, tanpa bercampur, tanpa bersatu.
"Sesungguhnya hamba adalah hamba, Tuhan adalah Tuhan, tidaklah bisa hamba menjadi Tuhan & Tuhan menjadi hamba" (Syekh Abdul Karim Al Jilli : Insan Kamil).
YANG LEBIH HARAT UJAR BANJAR = SYUHUDUL WAHDAH FIL WAHDAH
HapusTANAZZUL ITU SUDAH SEDIA ADA SEBAGAIMANA DI SURAH AL-QADR
HapusKarena telah sampai di kesimpulan maka komen ku cukup sampai disini dulu. Semoga ada manfaatnya.
BalasHapusKepada Mas admin & dangsanak barataan saya minta maaf jika ada salah kata/sikap.
Terimakasih...
Amin
HapusTotal komentarnya ada 99, trus ku genapin biar jadi 1000
BalasHapusHa ha ha baru saadar ada yang lagi bahasin aku
Assala'mualaikum....
BalasHapusMohon maaf mau bertanya sdr admin, kebetulan saya masih belajar dan mohon pencerahannya..mengenai mengenal diri itu seperti apa?syahadat yg benar itu kaya apa & sahadat diri seperti apa? Trima kasih
BalasHapusMantap
Hapusmohon maaf, lain dahulu lahi sekarang, lain guru lain pelajaran. syahadat diri ; AKUAN ILMU ALLAH yaitu UJUD MUTLAK DIRIMU
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMinta ijin berkomentar, tetapi bukan berdebat ya, ini hanya sekadar berpendapat saja.
BalasHapusJika kita lihat di risalah/kitab ilmu ketuhanan, misalnya: Risalah Amal Ma'rifat (oleh H. Abdurrahman Shiddiq, Mufti Indragiri, beliau zuriat Syeh Muhammad Arsyad Al Banjari), Ad Durrun Nafis (Syeh Muhammad Nafis Al Banjari), Insan Kamil (Syeh Abdul Karim al jilli), maka istilah Syuhudul Wahdah fil Wahdah tidak terdapat di kitab tersebut. Syuhudul wahdah fil wahdah baru kutemukan di sebuah salinan yang katanya "Kitab Barencong", entah itu benar dari pengarang kitab atau hanya editan dari penyalin saja.
Dilihat dari istilah syuhudul wahdah fil wahdah yg artinya pandang yg satu pada yg satu, maka dapat disimpulkan bahwa alam semesta tidak ada kecuali "Yang Satu". Jadi alam semesta "fana", itu artinya kembali ke Hakikat (Zat Allah SWT), sedangkan yg kita tuju adalah Ma'rifat. Sebagaimana hadits Qudsi: "Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, Aku ingin dikenal maka Kucipta makhluk..." hadits tsb bermakna ma'rifat, karena "ada yg dikenal dan ada yg mengenal".
BalasHapusKalau kita simak pelajaran ilmu ma'rifat di Banjar, kebanyakan fokus pembicaraan kepada Nur Muhammad SAW, yg mengisyaratkan syuhudul wahdah fil katsrah, bukan syuhudul wahdah fil wahdah (Zat Allah SWT bersendirian).
Wallahu a'lam.
Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (Q.S. as-Syura: 11)
BalasHapusAyat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya.
Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (Q.S. as-Syura: 11)
BalasHapusAyat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya.
Itulah salah satu manfaat belajar ilmu tauhid, agar tak berkeyakinan adanya penyerupaan antara Allah dgn makhluk. Jika menyakini makhluk menyerupai Allah maka berarti berbuat syirik. Begitupun sebaliknya mustahil Allah menyerupai makhluk.
BalasHapusUlama sufi tidak berkeyakinan adanya penyerupaan, tetapi mereka meyakini tajalli (penampakan). Tajalli berbeda dgn penyerupaan. Makna tajalli adalah sebagaimana hadits qudsi yg telah kutulis diatas: "Aku adalah perbendaharaan tersembunyi.....".
Memang sulit dipahami, kecuali kita mau belajar tauhid dari awal, kepada guru yg tentunya ahli dibidang itu. Jika hanya taklid (ikut-ikutan) saja, tentu tak akan bisa memahaminya.
Inilah makna bahwa "ilmu tauhid & ma'rifat adalah ilmu rahasia" karena walaupun seseorang itu punya kecerdasan tinggi, belum tentu ia diberi oleh Allah pemahaman tentang ilmu ini.
Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah.
HapusBenar, karena alam semesta, arah & tempat adalah ciptaan_Nya. Sesuatu yg diciptakan selamanya tak akan pernah serupa/sama dgn yg menciptakan, tetapi adanya ciptaan membuktikan adanya Sang Pencipta. Walaupun jika seandainya saja tak ada ciptaan_Nya maka Sang Pencipta tetaplah ada karena Ia ada dgn sendiri_Nya tanpa tergantung dgn ciptaan_Nya. Tetapi Sang Pencipta menghendaki agar dikenal sehingga diciptakan_Nya ciptaan agar ciptaan itu mengenal kepada Penciptanya.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusDalam tinjauan Imam al-Ghazali, dasar keyakinan hulûl dan ittihâd adalah sesuatu yang tidak logis. Kesatuan antara Tuhan dengan hamba-Nya, dengan cara apapun adalah sesuatu yang mustahil, baik kesatuan antara dzat dengan dzat, maupun kesatuan antara dzat dengan sifat. Dalam pembahasan tentang sifat-sifat Allah, al-Ghazali menyatakan memang ada beberapa nama pada hak Allah yang secara lafazh juga dipergunakan pada makhluk. Namun hal ini hanya keserupaan dalam lafazhnya saja, adapun secara makna jelas berbeda. Sifat al-Hayât (hidup), misalkan, walaupun dinisbatkan kepada Allah dan juga kepada manusia, namun makna masing-masing sifat tersebut berbeda. Sifat hayat pada hak Allah bukan dengan ruh, tubuh, darah, daging, makanan, minuman dan lainnya. Sifat hayat Allah tidak seperti sifat hayat pada manusia.
HapusBanyak jalan menuju ma'rifatullah.
BalasHapusAda puluhan tarekat mu'tabarah di dunia ini, termasuk tarekat Ghazaliyah. Masing2 punya rumus & metode yg berbeda-beda. Menanggapi hal ini tentu kita mesti lebih arif & bijaksana. Walaupun kita telah berpegang pada satu tarekat namun bukan berarti menyalahkan yg lainnya, selama itu tak bertentangan dgn syariat Nabi Muhammad SAW. Hulul (bersatu Zat Tuhan dgn Diri Hamba) adalah ucapan Al Hallaj, dicontohkan seperti gado-gado terdiri dari lontong, kacang, timun dll dalam satu piring tetapi masih dapat dibedakan antara satu dgn lainnya. Sedangkan Ittihad (percampuran & perpaduan Zat Tuhan dgn Diri Hamba) adalah ucapan Abu Yazid Al Bustami, dicontohkan seperti segelas kopi yg merupakan campuran air panas, kopi & gula. Kedua istilah ini bermakna hampir sama, tetapi kelihatannya dari sisi bahasa istilah hulul agak longgar dari pada ittihad. Ittihad barangkali sama dgn "Manunggaling Kawula Gusti".
“Sang Pencipta (Allah) tidak menyatu dengan lain-Nya. Karena bila ada sesuatu bersatu dengan sesuatu yang lain maka berarti sesuatu tersebut menjadi dua, bukan lagi satu. Lalu jika keduanya tidak ada atau menjadi hilang (ma’dûm) maka keduanya berarti tidak bersatu. Demikian pula bila salah satunya tidak ada (ma’dûm) dan satu lainnya ada (maujûd) maka berarti keduanya tidak bersatu, karena yang ma’dûm tidak mungkin bersatu dengan yang maujûd” (as-Suyuthi, al-Hâwî…, j. 2, h. 130, mengutip dari al-Fakh ar-Razi dalam al-Mahshal Fi Ushul al-Dîn).
BalasHapusUlama terbagi 2, ada ulama zahir ada ulama batin. Kebanyakan ulama zahir selalu tak sependapat dgn ulama batin, tetapi sebaliknya biasanya ulama batin lebih bersifat toleran. Ulama sufi (batin) banyak mengeluarkan kata/istilah yg terkadang hanya bisa dipahami oleh kelompok mereka saja, termasuk diantaranya kata "bersatu". Kata "bersatu" juga dipakai Syekh Abdul Qadir Al Jailani dikitab Beliau: Futuhatul Ghaib. Kata "bersatu" lebih bermakna batin jadi janganlah diartikan menurut arti zahir & bahasa semata, karena makna batin dipahami secara zahir maka tak akan ketemu maknanya. Jadi makna batin hendaknya dipahami melalui "kedalaman rasa" bukan dgn bahasa & logika saja. Kata "bersatu" hanyalah sekadar kata untuk mendekatkan pemahaman & mengungkapkan "hal", namun kata2 semata tidaklah dapat menerangkan semua "zauq" yg mereka alami, tetapi kata2 setidak-tidaknya dapat mengungkap sedikit makna & rasa.
BalasHapusApabila bersatu dgn Allah & mencapai kedekatan dgn_Nya (melalui pertolongan_Nya), engkau akan terlepas / berlepas diri dari makhluk & sifat manusiawi maupun hewani. Dgn demikian, apa yg engkau gerakan sesungguhnya bukan semata-mata atas dorongan gerakanmu, melainkan atas kehendak_Nya. Inilah yg disebut "manunggal" dgn Allah.
BalasHapusHendaknya engkau jangan menyamakan, istilah bersatu dgn Allah & bersatu dgn sesama benda / manusia. Sebab, bersatu bersatu dgn Allah tak sama dgn bersatu terhadap ciptaan_Nya. Oleh sebab itu, istilah "bersatu" perlu digarisbawahi agar engkau tidak menyamakan Allah dgn makhluk. Sebab, dlm Al Qur'an telah diterangkan: "Tak ada satupun yg menyerupai_Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (As Syura: 11). Sesungguhnya tak ada makhluk ciptaan_Nya yg dapat menyamai Allah. Bersatu dgn_Nya merupakan istilah yg lazim dikenal oleh mereka yg mengalami kebersatuan ini. Pada dasarnya pengalaman mereka (wali-wali & nabi) berlainan dgn kebanyakan orang. Mereka dapat "bersatu" dan merasakannya dgn rohaninya. (Syekh Abdul Qadir Al Jailani: Futuhatul Ghaib).
BalasHapusDan tat kala Tuhan bernama akbar maka Muhammad bernama rasul karena sudah nyata Tuhan itu di dalam Muhammad wallahu wa'alam : Dan tat kala Tuhan bernama Allah maka rasul itu bernama Muhammad karena Muhammad itu di dalam lafadz Allah
Hapusmantap, asma Muhammad dan Allah
Hapussaya mau nanya klau rasul itu bisa ga di kenal? Soalnya ada yang nyuruh, kenal lah rasul baru bisa kenal Allah karena rasul itu katanya wakil Allah
BalasHapusTentu saja Rasulullah bisa dikenal, karena dirimu adalah fotocopy Rasulullah SAW
BalasHapusAllahu Akbar
HapusDiri kita kan fotocopy Rasulullah lalu Allah nya kmna?
BalasHapusRahasia Rasulullah
HapusMemandang (musyahadah) terbagi dua, tetapi pada dasarnya satu kesatuan yg tak terpisahkan:
BalasHapus1. Musyahadah Zat
2. Musyahadah Nur
Melalui musyahadah Nur maka akan lebih mudah melihat & memahami dirimu, Rasulullah & Allah SWT.
Lihat komenku tentang makna syuhudul wahdah fil katsrah, jika kamu paham maka disitu jawabannya.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbang sukarnain, kenapa di hapus
Hapusmuhammad itu kenyataan diri
BalasHapusALHAMDULILLAH
BalasHapus